Jumat, 22 Juni 2012

Gilang: Masyarakat Indonesia, Sadarlah!


Gilang Logika Galang Kreasi:
"Getaran musik reggae penuh cinta"

 “Kita mau ganja ini kembali kepada statusnya seperti dulu lagi,” tutur Gilang. Sembari bercerita, Gilang senantiasa tersenyum tipis, sesekali ia melayangkan pandang ke depan. Tenang. “Kita ingin masyarakat Indonesia mampu melihat secara objektif keberadaan ganja  di negeri ini,” lanjutnya.

Bergabung dan menjabat sebagai Humas di Komunitas Ganja’sMART, pria pecinta musik reggae ini telah berkali-kali melakukan sosialisasi legalitas tumbuhan yang akrab disebut hemp itu, baik kepada masyarakat maupun pemerintah. Dalam aksi kampanye legalisasi ganja, Gilang merangkul berbagai elemen masyarakat menghimpun suara dengan cara mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 


Hampir semua komponen yang ada pada tumbuhan ganja itu bermanfaat. Mulai dari kesehatan, arsitektur bangunan, kerajinan tangan, tali temali, hingga konservasi hutan di Indonesia. “Jika dipakai dengan kadar berlebih ganja memang memabukkan, jika berlebihan, ya, berbahaya, apapun itu,” tutur pria berzodiak Taurus yang juga anggota Lingkar Ganja Nusantara (LGN) tersebut.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Jurusan Akidah Filsafat ini, selain aktif menyosialisakan ganja, ia juga banyak aktif mengedukasi penyandang ODHA dan pecandu narkotika. “Mereka sama dengan kita, tak perlu dijauhi,” katanya. “Gua banyak belajar hidup dari semangat dan optimis mereka untuk hidup”.

Dalam upayanya menanggulangi ODHA dan pecandu narkotika, Gilang menggunakan tumbuhan ganja untuk mengobati mereka. “Teman gua, ODHA, saat pengobatan medis konvensional nggak bisa lagi ngobatin, sampai sekarang masih hidup meski di dalam otaknya infeksi karena tumbuh banyak bisul, ganja memperkuat sistem imun tubuh manusia, ia punya kadungan zat neoru protection,” katanya.

“Reggae Jalan Hidupku”

Tidak hanya berkutat di kancah akademis, aktivis dan sosial. Pria kelahiran 6 Mei 1989 tersebut juga aktif di bidang musik. Ia seorang pecinta musik reggae. Baginya, reggae banyak menginspirasi setiap alur kehidupannya. “Reggae menebar kasih, setiap baitnya mengandung pesan mendalam tentang perdamaian,” katanya.

Menurut vokalis band Chain Lova RR tersebut, aliran musik reggae mempunyai sisi historis yang panjang dan berbeda dengan ragam musik lainnya. Reggae mengandung unsur filosofi yang dalam. Dalam perjalanannya, menurutnya, di beberapa negara di Afrika reggae membawa misi perdamaian, pembebasan dan kemerdekaan terhadap situasi sosial penduduk setempat.

Ia tampak bersemangat ketika berkisah tentang reggae terutama sejarah Rastafarian. Dia  mengatakan dirinya adalah penganut agama Islam Rastafarian. Ia melihat adanya persamaan pada dua ajaran tersebut. “Ajaran Rasta itu adalah kasih sayang, sama seperti dalam konsep Islam, rahmatan lil ‘alamin,” katanya. “Ayat-ayat reggae penuh unsur kemanusiaan, transaksi cinta dan getaran perdamaian.”

Saat ditanya tentang harapan dan cita-citanya, ia mengatakan ingin bangsa ini pintar,  membangun kesadaran serta melakukan segalanya bukan dasar paksaan. Dia juga mempunyai impian tidak ada lagi terjadi tindak kekerasan terjadi di Indonesia dan masyarakat dapat hidup bersama dalam perbedaan. “Cita-cita gua di negeri ini nggak ada lagi orang menderita. Kita semua hidup dalam kasih sayang meski berbeda-beda. Seperti pelangi,” ujarnya sembari tersenyum.
Load disqus comments

0 komentar