Sabtu, 07 Juli 2012

Cuba


Si Cuba
Afandil Qurba. Sahabat sekaligus ‘musuh’ terhebatku. Terima kasih atas tempaannya selama ini. Izinkan adikmu ini mengagumimu dalam diam. 


Entah, bulan ini kenapa tiba-tiba aku merasa bangga menjadi adikmu. Aku kumpulkan semua data di sini setelah berselancar di dunia maya. 


Apa? Marah? Ayo berantem (pasang kuda-kuda). Lawing? Hmm, boleh juga nama panggilanmu itu. (Mantan) Aktifis Mapala, salam harmoni bersama alam.

Setiap manusia adalah pelukis,
alam sekitarnya adalah kanvas
Dilarang cengeng!
http://www.kaltimpost.net/berita/index.asp?berita=ProKaltim&id=153262
Kamis, 23 Maret 2006*

*Tampilkan Drama Mandi dan Minum Pasir
**Peringatan Hari Air Sedunia*

SAMARINDA - Memperingati Hari Air yang diperingati Rabu (22/3) kemarin,
puluhan mahasiswa di Samarinda yang merupakan gabungan Imapa Unmul dan
Forum Satu Bumi kembali menggelar aksi damai di simpang empat Mal
Lembuswana. Dalam aksi itu seperti biasa mereka mengisinya dengan
membagi-bagikan selebaran akan tuntutan mereka yang intinya menolak
secara tegas segala bentuk privatisasi air dan mendesak Bappedalda
Kaltim untuk transparan dalam hal kadar mutu kualitas air Sungai Mahakam
setiap tiga bulan sekali melalui media lokal.

"Kami minta agar segera dibentuk tim independen untuk audit lingkungan.
Pokoknya segera audit perusahaan di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai)
Mahakam yang disinyalir sebagai pemasok limbah. Kami juga menolak segala
upaya penghancuran sumber air yang berakibat pada mahalnya air yang
berujung pada privatisasi air," jelas Lawing, Ketua Imapa Unmul yang
juga korlap aksi damai kemarin.

Sekadar diketahui, Sungai Mahakam yang melintasi Kaltim sepanjang 2.700
kilometer merupakan bagian dari ekosistem yang tak terpisahkan sebagai
penyangga kehidupan mahluk yang berada di sepanjang DAS (Daerah Aliran
Sungai) Mahakam. "Kami mencatat ada sekitar 137 perusahaan yang terbagi
dalam jenis tambang batubara sebanyak 45 perusahaan, tambang minyak 3,
tambang emas 1, perkebunan sawit 10, industri pengolahan kayu lapis 19,
HPH 114 perusahaan, HTI 6 perusahaan dan masih banyak lagi industri
kecil berskala rumah tangga yang tentunya pembuangan limbahnya
memanfaatkan aliran sungai," kata Lawing.

Yang menarik dalam aksi kemarin, mereka juga menampilkan teaterikal atau
drama tentang krisis air. Dalam aksi yang diperankan tiga orang itu
melakukan aksi mandi dan minum pasir yang menggambarkan bahwa beberapa
tahun lagi Sungai Mahakam bakal krisis air dan masyarakat Kaltim akan
mandi pasir bila permasalahan yang ada selama ini tak diperhatikan.
"Kami ingin warga tahu bila masalah air ini sangat serius. Makanya kami

selingi dengan drama mandi pasir tersebut," tambah Lawing.(nat)


Load disqus comments

0 komentar