Minggu, 30 September 2012

Nomenklatur Lembaga Kemahasiswaan Ambigu


Paska restrukturisasi sistem lembaga kemahasiswaan beberapa waktu lalu, di beberapa fakultas, nomenklatur organisasi kemahasiswaan berbeda satu sama lain. Purek 3 Bidang Kemahasiswaan Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan hal tersebut tak perlu terjadi jika mengacu pada SK Rektorat. “Seharusnya mahasiswa menggunakan istilah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), katanya (10/9).”

SK Rektorat tersebut dibuat hanya sebagai landasan normatif sistem organisasi lembaga kemahasiswaan sementara. “Kita buat sebagai rujukan normatif. ” SK tersebut sendiri dibuat guna merespon tuntutan aksi unjuk rasa beberapa mahasiswa mempertahankan sistem Student Government.  “Itu kan aspirasi para pendemo itu,” katanya.

Jika mengacu pada SK Dirjen Kemenag, menurutnya, sistem yang berlaku adalah senat. Meski demikian upaya perbaikan terus menerus akan diupayakan. “Harusnya mengikuti SK Dirjen. Tapi, okelah. Pelan-pelan. Ini namanya akomodasi politik. Kita perbaiki sambil berjalan,” katanya. “Kalau cepat-cepat, nanti mahasiswa capek, saya juga capek.”

Bonjour, UIN Jakarta!

Penanggung Jawab CampusFrance Jakarta Mini Riandini
 tengah mempresentasikan tentang studi dan hidup di Prancis
serta sertifikasi bahasa Prancis di Aula Madya Lantai I (12/9).


Siang itu (11/9), beberapa mahasiswa berkumpul di lantai III gedung Pusat Studi Bahasa, kampus II, UIN Syarif Hidayatullah. Mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas tersebut tampak antusias mengikuti kursus gratis bahasa Prancis.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan bahasa Prancis, mereka juga mendapatkan beragam informasi terkait negara tempat kelahiran Napoleon Bonaparte itu. Acara tersebut merupakan rangkaian awal atas  kerjasama antara UIN Jakarta dan Institut Francais Indonesia (IFI) selama beberapa waktu ke depan.

Mengenai Saya

Foto saya
I am a longlife learner. Colleger of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010, Faculty of Usul al-Din, Department of Theology and Philosophy.