Langsung ke konten utama

Bonjour, UIN Jakarta!

Penanggung Jawab CampusFrance Jakarta Mini Riandini
 tengah mempresentasikan tentang studi dan hidup di Prancis
serta sertifikasi bahasa Prancis di Aula Madya Lantai I (12/9).


Siang itu (11/9), beberapa mahasiswa berkumpul di lantai III gedung Pusat Studi Bahasa, kampus II, UIN Syarif Hidayatullah. Mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas tersebut tampak antusias mengikuti kursus gratis bahasa Prancis.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan bahasa Prancis, mereka juga mendapatkan beragam informasi terkait negara tempat kelahiran Napoleon Bonaparte itu. Acara tersebut merupakan rangkaian awal atas  kerjasama antara UIN Jakarta dan Institut Francais Indonesia (IFI) selama beberapa waktu ke depan.


Diharapkan dengan terbentuknya kerjasama tersebut mahasiswa UIN Jakarta mendapatkan lebih banyak informasi Prancis, baik yang berhubungan dengan pendidikan maupun budaya dan situasi negara tersebut. Serta menstimulus mahasiswa melanjutkan studinya ke negara tersebut.

Hal tersebut disampaikan Penanggung Jawab CampusFrance Jakarta Mini Riandini pada acara pengenalan tentang negara Prancis, Rabu (12/9) lalu. Acara yang berlangsung di Aula Madya lantai 1 itu mempresentasikan mengenai studi dan hidup di Prancis serta sertifikasi bahasa Prancis.

Dalam presentasinya, Mini berharap melalui kerjasama tersebut mahasiswa UIN dapat melanjutkan studinya ke Prancis. “Ini merupakan sarana untuk mempermudah mahasiswa melangkah menuju ke Prancis,” katanya.

Menurut gadis alumnus salah satu universitas di Prancis tersebut, kuliah di Prancis sangatlah nyaman. Pemerintah Prancis memberikan kemudahan bagi pelajar asing terutama dalam pembayaran semester dan biaya hidup sehari-hari.

Sebagai penganut paham egaliter, pemerintah Prancis tidak membedakan antara mahasiswa lokal mapun asing dalam kebijakan, terutama terkait pendidikan.

Prancis mempunyai sistem kurikulum berbeda dengan Indonesia. Mahasiswa dituntut fokus pada bidang yang diminati dengan memperdalam mata kuliah tertentu terkait di bidang itu saja, sehingga mahasiswa tidak memahami sebuah objek dengan setengah-setengah.

Agar dapat belajar ke Prancis, menurutnya, mahasiswa harus mempunyai lima hal, yakni niat kuat, motivasi, kemampuan berbahasa, dan semangat pantang mundur serta kemampuan beradaptasi. “Jangan pernah takut, jangan malu bertanya,” katanya.

Di bulan ini, dalam beberapa waktu ke depan IFI mengadakan presentasi tentang Prancis. Yakni pada Kamis (20/9) berupa konferensi mengenai sekularisme di Indonesia, Rabu (26/9) presentasi mengenai studi dan hidup di Prancis serta sertifikasi bahasa Prancis.

IFI membuka kursus intensif bahasa Prancis dengan tarif berkisar antara 1 sampai 2,5 juta rupiah. Kursus akan dimulai pada tanggal 24 September sampai dengan 19 November tahun ini. Jenis kelas yang tersedia variatif, tergantung kebutuhan. Mulai dari kelas intensif, semi intensif, extensif, ujian DELF hingga privat dengan ketentuan pembayaran yang berlaku.

Basyir Arif, Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), semester 5 mengatakan sangat senang dan antusias dengan keberadaan IFI di UIN. “Bagus sekali, dengan ini, semoga aku bisa ke Prancis,” katanya (12/9).

Terkait dengan biaya kursus yang ditetapkan oleh IFI, menurutnya, hal itu wajar saja mengingat bahasa Prancis merupakan bahasa yang juga banyak digunakan oleh penduduk di dunia. Dirinya berniat mengikuti kursus tersebut. “Kalau mau dapat, ya, harus berkorban,” kata pengurus UKM Bahasa FLAT itu.

Di sisi lain, meski sangat antusias terhadap program kursus gratis bahasa Prancis awal pertemuan lalu, Mia Masyita, Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan semester 1 mengatakan belum ingin melanjutkan kursus. “Senang sih, tapi pas tahu bayar, saya jadi kurang tertarik,” katanya (12/9).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Agama

A.Pengertian Agama

Para pakar memiliki beragama pengertian tentang agama. Secara etimologi, kata “agama” bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan diambil dari istilah bahasa Sansekerta yang menunjuk pada sistem kepercayaan dalam Hinduisme dan Budhisme di India. Agama terdiri dari kata “a” yang berarti “tidak”, dan “gama” berarti kacau. Dengan demikian, agama adalah sejenis peraturan yang menghindarkan manusia dari kekacauan, serta mengantarkan menusia menuju keteraturan dan ketertiban.
 Ada pula yang menyatakan bahwa agama terangkai dari dua kata, yaitu a yang berarti “tidak”, dan gam yang berarti “pergi”, tetap di tempat, kekal-eternal, terwariskan secara turun temurun. Pemaknaan seperti itu memang tidak salah karena dala agama terkandung nilai-nilai universal yang abadi, tetap, dan berlaku sepanjang masa. Sementara akhiran a hanya memberi sifat tentang kekekalan dankarena itu merupakan bentuk keadaan yang kekal.

Akal dan Wahyu dalam Islam

A.Pendahuluan
Di dalam ajaran agama yang diwahyukan ada dua jalan untuk memperoleh pengetahuan, pertama, jalan wahyu dalam arti komunikasi dari Tuhan kepada manusia, dan kedua jalan akal, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, dengan memakai kesan-kesan yang diperoleh panca indera sebagai bahan pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar, sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif, mungkin benar dan mungkin salah.
Makalah ini akan mencoba membahas kedua hal tersebut. Sebuah topik pembahasan yang sarat dengan dialektika para ulama, baik yang terdahulu hingga kini; sebuah telaah sederhana guna mencoba memahami pemikiran-pemikiran ulama terdahulu yang telah terlebih dahulu hanyut dalam perdebatan panjang.

Awal Masuknya Islam ke Indonesia

Agama Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali ke Indonesia. Ada banyak teori dan pendapat yang terdapat pada kisah masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Berikut ini dipaparkan teori dan pendapat para sejarawan asal mula masuknya Islam ke Indonesia.  
Masuknya Islam ke Indonesia
Masalah masuknya Islam ke Indonesia  dan dari daerah atau negara mana Islam datang, banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli sejarah. Pertama, Islam sudah datang ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7. Di antara ilmuwan yang menganut teori ini adalah, J.C. Van Leur, Hamka, Abdullah bin Nuh, D. Shahab dan T.W Arnold.
Menurut J. C. Van Leur, pada tahun 675 di pantai Barat Sumatera telah terdapat perkampungan Arab Islam. Dengan pertimbangan bangsa Arab telah mendirikan perkampungan perdagangannya di Kanton pada abad ke-4. Perkampungan perdagangan ini mulai dibicarakan pada tahun 618 M dan 628 M. Tahun-tahun berikutnya perkembangan perkampungan perdagangan ini mulai mempraktikan ajara…