Minggu, 30 September 2012

Bonjour, UIN Jakarta!

Penanggung Jawab CampusFrance Jakarta Mini Riandini
 tengah mempresentasikan tentang studi dan hidup di Prancis
serta sertifikasi bahasa Prancis di Aula Madya Lantai I (12/9).


Siang itu (11/9), beberapa mahasiswa berkumpul di lantai III gedung Pusat Studi Bahasa, kampus II, UIN Syarif Hidayatullah. Mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas tersebut tampak antusias mengikuti kursus gratis bahasa Prancis.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan bahasa Prancis, mereka juga mendapatkan beragam informasi terkait negara tempat kelahiran Napoleon Bonaparte itu. Acara tersebut merupakan rangkaian awal atas  kerjasama antara UIN Jakarta dan Institut Francais Indonesia (IFI) selama beberapa waktu ke depan.


Diharapkan dengan terbentuknya kerjasama tersebut mahasiswa UIN Jakarta mendapatkan lebih banyak informasi Prancis, baik yang berhubungan dengan pendidikan maupun budaya dan situasi negara tersebut. Serta menstimulus mahasiswa melanjutkan studinya ke negara tersebut.

Hal tersebut disampaikan Penanggung Jawab CampusFrance Jakarta Mini Riandini pada acara pengenalan tentang negara Prancis, Rabu (12/9) lalu. Acara yang berlangsung di Aula Madya lantai 1 itu mempresentasikan mengenai studi dan hidup di Prancis serta sertifikasi bahasa Prancis.

Dalam presentasinya, Mini berharap melalui kerjasama tersebut mahasiswa UIN dapat melanjutkan studinya ke Prancis. “Ini merupakan sarana untuk mempermudah mahasiswa melangkah menuju ke Prancis,” katanya.

Menurut gadis alumnus salah satu universitas di Prancis tersebut, kuliah di Prancis sangatlah nyaman. Pemerintah Prancis memberikan kemudahan bagi pelajar asing terutama dalam pembayaran semester dan biaya hidup sehari-hari.

Sebagai penganut paham egaliter, pemerintah Prancis tidak membedakan antara mahasiswa lokal mapun asing dalam kebijakan, terutama terkait pendidikan.

Prancis mempunyai sistem kurikulum berbeda dengan Indonesia. Mahasiswa dituntut fokus pada bidang yang diminati dengan memperdalam mata kuliah tertentu terkait di bidang itu saja, sehingga mahasiswa tidak memahami sebuah objek dengan setengah-setengah.

Agar dapat belajar ke Prancis, menurutnya, mahasiswa harus mempunyai lima hal, yakni niat kuat, motivasi, kemampuan berbahasa, dan semangat pantang mundur serta kemampuan beradaptasi. “Jangan pernah takut, jangan malu bertanya,” katanya.

Di bulan ini, dalam beberapa waktu ke depan IFI mengadakan presentasi tentang Prancis. Yakni pada Kamis (20/9) berupa konferensi mengenai sekularisme di Indonesia, Rabu (26/9) presentasi mengenai studi dan hidup di Prancis serta sertifikasi bahasa Prancis.

IFI membuka kursus intensif bahasa Prancis dengan tarif berkisar antara 1 sampai 2,5 juta rupiah. Kursus akan dimulai pada tanggal 24 September sampai dengan 19 November tahun ini. Jenis kelas yang tersedia variatif, tergantung kebutuhan. Mulai dari kelas intensif, semi intensif, extensif, ujian DELF hingga privat dengan ketentuan pembayaran yang berlaku.

Basyir Arif, Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), semester 5 mengatakan sangat senang dan antusias dengan keberadaan IFI di UIN. “Bagus sekali, dengan ini, semoga aku bisa ke Prancis,” katanya (12/9).

Terkait dengan biaya kursus yang ditetapkan oleh IFI, menurutnya, hal itu wajar saja mengingat bahasa Prancis merupakan bahasa yang juga banyak digunakan oleh penduduk di dunia. Dirinya berniat mengikuti kursus tersebut. “Kalau mau dapat, ya, harus berkorban,” kata pengurus UKM Bahasa FLAT itu.

Di sisi lain, meski sangat antusias terhadap program kursus gratis bahasa Prancis awal pertemuan lalu, Mia Masyita, Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan semester 1 mengatakan belum ingin melanjutkan kursus. “Senang sih, tapi pas tahu bayar, saya jadi kurang tertarik,” katanya (12/9).
Load disqus comments

0 komentar