Senin, 14 April 2014

Agus: “Karyawan adalah Aset Penting Perusahaan”

Usai menerima piagam penghargaan InfoBank.

Malam itu, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (30/10/2013), tepuk tangan beradu dengan kilatan cahaya kamera wartawan. Satu persatu direktur utama perusahaan BUMN yang terpilih, diminta maju ke panggung kehormatan. Di antara perusahaan peraih penghargaan Infobank, BUMN Awards 2013, Agus S. Subrata, Direktur utama Perum DAMRI, bersama segenap karyawannya, menuai tuah kerja keras mereka. 

Perum DAMRI berhasil meraih penghargaan dengan kategori Sangat Baik pada kategori Transportasi. “Ini semua berkat kontribusi kami semua sebagai tim,” ujarnya. Sebagai Dirut DAMRI, ungkapnya, tips untuk memajukan perusahaan adalah sinergi. Karyawan merupakan aset yang sangat berharga bagi perusahaan. “Semua harus punya kontribusi kepada perusahaan.”


“Karyawan itu jangan hanya nurut. Kalau punya pengetahuan harus disharing. Karyawan punya karakter, pendirian dan pendapat masing-masing, yang memperkuat kebijakan kita, itu yang paling penting. Kita harus berdiskusi.”

Bekerja adalah ibadah

Nuansa asketisisme mewarnai etos kerja Agus. Meski sehari-hari berkiprah untuk Perum DAMRI, pemilik putera tunggal itu kerap menyisihkan waktu guna mempelajari ilmu agama. Menurutnya, cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan adalah mengkondisikan diri sebagai “alat” Tuhan. “Terus terang saja, saya makin sukses di dalam karir saya, saya semakin ketergantungan yang luar biasa sama Tuhan,” katanya.

“Yang jelas, segala hal kita lakukan itu harus bertujuan untuk ibadah. Karena tujuan ibadah adalah mengerjakan segala sesuatu harus dengan baik. Bagaimana supaya baik? Setiap hari kita mengondisikan diri sebagai “alat” Tuhan. Kalau kita memposisikan diri sebagai “alat”, hasilnya pasti berbeda. Walau ada permasalahan apapun, pasti ada jalan keluar,” tegasnya. 

Melalui tradisi seperti itulah Agus kerap terbantu menyelesaikan masalah yang dihadapinya memimpin Perum DAMRI. Karena hanya sebagai “alat”, maka sama dengan “alat” lain di DAMRI. Oleh karena itu, sesama “alat” semua harus duduk bersama. Menurutnya, yang kini juga menjabat sesepuh perguruan silat warisan nenek moyang nusantara, Krida Yudha Sinalika, hal utama dalam bersinergi dengan karyawan adalah dengan sharing, duduk bersama guna bertukar pikiran. 

Terinspirasi Dahlan Iskan

Ia mengaku banyak terinspirasi dari Dahlan Iskan. Mobilitas tinggi serta kerja nyata menyelesaikan tanggung jawab di pelbagai tempat merupakan dua hal yang dikagumi dari sosok Dahlan. Terobosannya di tubuh BUMN sangat luar biasa. “Banyak yang patut kita tiru dari beliau. Beliau orang yang praktis dan hemat,” ujarnya.

Ia bercita-cita menjadikan Perum DAMRI menjadi perusahaan transportasi termaju di Asia Tenggara dan bahkan pada Ievel internasional. Untuk itu, di bawah kepemimpinannnya, Perum DAMRI kini tengah membuka jalur transportasi ke Timor Leste. “Kita ini adalah perusahaan otomotif yang paling tua. Kita harus menjadi pionir daripada angkutan lain di Indonesia. Kita mau buktikan bahwasanya Indonesia bisalah bekerja di luar negeri,” pungkasnya. 

Semangat selalu, ya, Pak.

#Tulisan ini hasil liputan saya untuk rubrik sosok saat 'magang' di Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat Jakarta. 
Load disqus comments

0 komentar