Langsung ke konten utama

Karir, Keluarga, dan Cinta



“Indri, kalau kamu sudah menikah, kamu harus memilih. Jadi ibu rumah tangga atau wanita karir?”
“Oh, saya merasa, di indonesia, menjadi perempuan saya lebih beruntung.”

Kutipan di atas merupakan kisah perbincangan Indrianti Wirjanto dengan kawannya yang berwarga negara Jerman. Bagi Indri, menjadi wanita karir di Indonesia mudah. Apa pasal? “Karena di sini lebih murah. Nah, di sana mahal. Gaji bisa habis untuk bayar pembantu. Saya merasa lebih beruntung daripada mereka,” katanya sembari tersenyum.


Sebagai perempuan, dirinya mengungkapkan bahwa ada peran yang harus dimilikinya, yakni sebagi istri dan ibu dari anak-anak. Itulah salah satu kendala menurutnya.

“Tapi, untungnya di Indonesia, kita punya support sistem, kita masih punya domestic helper, contohnya, suster, pembantu. Tapi yang nomor satu menurut saya adalah dukungan suami. Karena perempuan tidak mungkin bisa menjadi pemimpin yang baik di perusahaan, mencapai karir yang tinggi, kalau dia tidak punya support sistem, baik dari suami, dan juga dari anak-anaknya,” jelasnya. 

Kondisi sosio-eko-kultural Indonesia merupakan aspek utama bagi Indri dapat terus berkarir hingga kini menjadi Division Head MRA Print Media. Perempuan kelahiran Cirebon, 23 April 1968 tersebut mengatakan, di Jerman biaya support sistem, seperti pembantu, bertarif mahal. Tak seperti di Indonesia. 
“Kuncinya adalah kita harus punya dukungan yang kuat, baik itu dari suami dan dari support sistem yang ada di Indonesia, seperti pembantu. Dan, tentu saja, expensive family, misalnya nenek, saudara, dan kerabat lainnya,” katanya.

Kreatifitas dan kerja keras

Indri adalah sosok perempuan yang mencintai kreatifitas dan kerja keras. Perempuan yang mengawali karirnya pada tahun 1995 sebagai financial controller tersebut mengungkapkan, hal yang paling berarti baginya sebagai pemimpin MRA adalah ketika bisa mengedukasi pembaca. “Saya bangga karena bisa memandaikan pembaca dengan isi berita yang kami sampaikan kepada mereka. Bagi saya, itulah suatu kepuasan yang sangat berkesan,” ungkapnya.

Bak perkataan filsuf Cina, Konfusius, ‘Pilihlah pekerjaan yang kamu sukai, maka kamu tidak akan perlu bekerja lagi sepanjang sisa hidupmu’, Indrianti memilih berkarir di industri media karena mencintai kreatifitas dan suka mengikuti perkembangan jaman. “Sejak lulus kuliah saya senantiasa bekerja, sembari telah melahirkan dua anak, sampai sekarang,” kata alumni S1 Universitas Parahyangan dan S2 Universitas Trisakti.

Industri media adalah industri kreatif. Indri pun memupuk nilai-nilai kreatifitas kepada karyawannya dengan memberikan ruang agar termotivasi.  “Kalau mereka diberikan ruang untuk mengekspresikan kreatifitas, otomatis mereka menjadi betah, mereka mencintai pekerjaan mereka. Karena apa yang mereka keluarkan dari ide-ide mereka, they can see it happened. Orang-orang kreatif itu harus diberikan ruang. Kalau misalnya mereka nggak diberi ruang, ya, mereka tak termotivasi,” jelasnya.

Pemilik hobi travelling dan wisata kuliner itu mengaku dalam berkarir dirinya terinspirasi dari banyak orang, terutama sosok Ibu yang dahulu membesarkannya beserta kelima saudaranya. Darah pekerja keras dari orang tua rupanya juga mengalir dalam dirinya. “Beliau bisa menghidupi lima orang anaknya, beliau seorang bisnis woman. Jadi, itulah salah satu yang menginspirasi saya,” kenangnya.

Para pemimpin besar perempuan di dunia baginya juga sumber inspirasi. “Saya salut dengan Benazir Bhutto, di tengah negara Pakistan yang sangat patriarkat, ia mampu memimpin,” katanya. Istri Henry Indranada itu punya dua prinsip dalam menjalani hidup, berdoa dan terus berusaha melakukan yang terbaik.

#Tulisan ini hasil liputan saya untuk rubrik sosok saat magang di Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat. Sukses selalu, Bu Indri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Agama

A.Pengertian Agama

Para pakar memiliki beragama pengertian tentang agama. Secara etimologi, kata “agama” bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan diambil dari istilah bahasa Sansekerta yang menunjuk pada sistem kepercayaan dalam Hinduisme dan Budhisme di India. Agama terdiri dari kata “a” yang berarti “tidak”, dan “gama” berarti kacau. Dengan demikian, agama adalah sejenis peraturan yang menghindarkan manusia dari kekacauan, serta mengantarkan menusia menuju keteraturan dan ketertiban.
 Ada pula yang menyatakan bahwa agama terangkai dari dua kata, yaitu a yang berarti “tidak”, dan gam yang berarti “pergi”, tetap di tempat, kekal-eternal, terwariskan secara turun temurun. Pemaknaan seperti itu memang tidak salah karena dala agama terkandung nilai-nilai universal yang abadi, tetap, dan berlaku sepanjang masa. Sementara akhiran a hanya memberi sifat tentang kekekalan dankarena itu merupakan bentuk keadaan yang kekal.

Akal dan Wahyu dalam Islam

A.Pendahuluan
Di dalam ajaran agama yang diwahyukan ada dua jalan untuk memperoleh pengetahuan, pertama, jalan wahyu dalam arti komunikasi dari Tuhan kepada manusia, dan kedua jalan akal, yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, dengan memakai kesan-kesan yang diperoleh panca indera sebagai bahan pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar, sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif, mungkin benar dan mungkin salah.
Makalah ini akan mencoba membahas kedua hal tersebut. Sebuah topik pembahasan yang sarat dengan dialektika para ulama, baik yang terdahulu hingga kini; sebuah telaah sederhana guna mencoba memahami pemikiran-pemikiran ulama terdahulu yang telah terlebih dahulu hanyut dalam perdebatan panjang.

Awal Masuknya Islam ke Indonesia

Agama Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali ke Indonesia. Ada banyak teori dan pendapat yang terdapat pada kisah masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Berikut ini dipaparkan teori dan pendapat para sejarawan asal mula masuknya Islam ke Indonesia.  
Masuknya Islam ke Indonesia
Masalah masuknya Islam ke Indonesia  dan dari daerah atau negara mana Islam datang, banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli sejarah. Pertama, Islam sudah datang ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7. Di antara ilmuwan yang menganut teori ini adalah, J.C. Van Leur, Hamka, Abdullah bin Nuh, D. Shahab dan T.W Arnold.
Menurut J. C. Van Leur, pada tahun 675 di pantai Barat Sumatera telah terdapat perkampungan Arab Islam. Dengan pertimbangan bangsa Arab telah mendirikan perkampungan perdagangannya di Kanton pada abad ke-4. Perkampungan perdagangan ini mulai dibicarakan pada tahun 618 M dan 628 M. Tahun-tahun berikutnya perkembangan perkampungan perdagangan ini mulai mempraktikan ajara…